Hantu Hotel Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2009

SI CANTIK BERANGGREK UNGU

Tahun 1959, beberapa tahun menjelang Asian Games 1962 dan Ganefo (Games of The New Emerging Forces) 1963, Presiden Soekarno punya obsesi: Jakarta memiliki hotel bertaraf internasional yang dapat menampung tamu-tamu dan
turis mancanegara.

Tentu saja hotel yang diharapkan dapat menaikkan citra
Bangsa Indonesia itu harus memiliki sarana dan pelayanan yang terbaik. Betul saja, daya tarik hotel ini memang luar biasa. Sejak diresmikan tahun 1962, kamar-kamar hotel ini selalu penuh.

Meski belakangan di Jakarta
bermunculan hotel-hotel bintang 5 berlian, Hotel Indonesia (HI) tetap diminati. Di hari-hari biasa, minimal 50% dari jumlah kamar terisi. Sedangkan pada long weekend, Tahun Baru, Lebaran dan masa liburan panjang, selalu fully-booking. Sampai-sampai pihak hotel memajang tulisan NoVacancy.

Bicara soal fasilitas, Hotel Indonesia memiliki kamar-kamar comfortable, didukung sarana ruang pesta, ruang meeting, kolam renang, toko obat, toko souvenir, restoran mewah, bar, sampai klub musik. Saking banyak peminatnya, muncul pemeo, "Sekali minum air Hotel Indonesia, tamu pasti kangen dan kembali lagi."

Diluar sarana pelayanan yang menyenangkan, konon sesekali muncul suasana mistis di hotel berbintang pertama di nusantara ini. Seperti dialami Ferdi
- beberapa waktu lalu. Saat ia berada di lantai 7 dan hendak turun kelobby, tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang gadis cantik bergaun putih dengan bros anggrek ungu. Saat berada di lift, gadis itu berdiri tepat di belakangnya. Namun hanya dalam hitungan detik, gadis itu menghilang. Karena
penasaran, Ferdi naik lagi ke lantai 7. "Saya semakin penasaran dan berusaha mendekatinya. Tapi ketika jarak kami tinggal 2 meter, ia "menembus" dinding dan menghilang.

Pengalaman Ferdi juga dialami Budianta (56), seorang pengusaha dari Medan yang selalu menginap di HI. Keduanya menduga, gadis itu "penunggu" lantai 7.

Menanggapi cerita Ferdi dan Budianta, Public Relation Manager Hotel Indonesia, Sabar Dini, mengatakan selama 6 tahun bekerja di HI, ia belum pernah bertemu dengan mahluk halus ataupun hantu jelita seperti dialami Ferdi dan Budianta. "Bisa jadi, itu cuma halusinasi mereka. Lagi pula, berdasarkan pengecekan di buku tamu menginap, saat itu Ferdi dan Budianta
tidak terdaftar.

Barangkali mereka cuma tamu," ujar Dini. Meski begitu, Dini tidak membantah, dunia mahluk halus memang ada dan memiliki alam sendiri. "Tapi kami - dari pihak hotel - merasa kecewa lho!
Mustinya, tamu yang mengaku ketemu hantu, melapor ke pihak hotel dan bukan bercerita kepada media massa," imbuhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
 
 
Blog Directory Atheist Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs foto hantu Top Religion blogs blogarama - the blog directory