Hantu HOTEL NATOUR GARUDA

Kamis, 06 Agustus 2009

PINTU KAMAR TERBUKA SENDIRI

Di masa Penjajahan Belanda di Indonesia, Hotel Natour Garuda merupakan hotel terbesar dan termewah di Yogyakarta. Kala itu hotel ini bernama Grand Hotel De Djokdja dan mulai beroperasi sejak 1911.

Tahun 1942, ketika Jepang menduduki Indonesia, nama hotel ini diubah menjadi Hotel Asahi. Kemudian, saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Hotel Asahi diambil-alih
pemerintah Indonesia, lantas namanya diganti Hotel Merdeka dan dijadikan markas para pejuang Indonesia - mulai Desember 1945 - Maret 1964.

Banyak pembesar Indonesia yang sempat bermalam atau tinggal di hotel ini. Antara lain, Almarhum Panglima Besar Jendral Soedirman yang sempat tinggal beberapa bulan. Tahun 1987 hotel ini diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan namanya diganti menjadi Hotel Natour Garuda.

Sejalan dengan perkembangan kepariwisataan Indonesia yang makin pesat, tahun 1982 Hotel Natour Garuda ditingkatkan menjadi hotel berbintang empat dengan biaya renovasi Rp 9 Milyar. Kini hotel ini menyediakan 240 kamar. Termasuk kamar 911 dan 912 - berada di lantai dua, sisi paling utara yang
pernah dihuni Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon - menurut beberapa orang yang pernah menginap di kamar bekas Jendral Soedirman angker. Bila malam, pintu kamar sering terbuka sendiri, terdengar suara aneh dalam kamar. Bahkan, ada yang bilang kursi-kursi di ruang tunggu hotel itu sering bergoyang dengan sendirinya.

Namun, semua kisah seram itu dibantah Public Relation Hotel Natour Garuda, Natalia Surbakti. "Ah, cuma segelintir orang yang menganggap kamar 911 dan 912 seram dan angker. Mungkin karena letaknya di pojok," katanya. Natalia bahkan mengatakan, kamar itu sekarang menjadi kamar termahal dan menjadi favorit para tamu menginap karena letak kamar itu berdekatan dengan Jalan Malioboro.

Hantu HOTEL LE MERIDIEN

DUA "WANITA" BERTENGKAR

Acara Pemilihan Putri Indonesia 2001 yang diselenggarakan di Hotel Le Meridien Jakarta sudah berlalu, namun bagi para finalis kenangan menginap di Hotel Le Meredien tak terlupakan.

Kesempatan menginap dan menikmati berbagai sarana hotel berbintang lima - yang beroperasi sejak 1992 - itu tentu sangat menyenangkan.

Namun, ditengah-tengah masa karantina melelahkan sekaligus mengasyikkan itu, para finalis sempat terusik dengan kejadian-kejadian janggal dan mengejutkan.

Seorang finalis bahkan sempat melihat dua hantu wanita berkelahi.

Ceritanya begini, suatu malam sekitar pukul 23, sang finalis masuk kamar hotel. Ia berniat mandi dan istirahat karena esok pagi akan ada wawancara.
"Begitu masuk kamar, saya langsung ke kamar mandi. Menghidupkan kran bathtub dan membersihkan wajah. Tiba-tiba, air kran berhenti dan terdengar suara dua wanita bertengkar.

Semakin lama, suara pertengkaran itu semakin
keras," tutur sang finalis - yang rupanya "bernyali besar" saat berkunjung ke Redaksi KARTINI.

Setelah mandi, sang finalis dari salah satu propinsi di Sulawesi itu, naik ke tempat tidur. Tapi perseteruan sepasang hantu yang mengenakan busana wanita esksekutif - wajah keduanya kurang jelas karena menghadap ke dinding
atau ke jendela kaca - semakin seru. "Dasar perempuan brengsek! Pengganggu suami orang! Kubunuh kau!" teriak salah satu hantu.

Sementara hantu
perempuan lainnya berusaha menjambak rambut lawannya.
Dengan perasaan kesal sang finalis Putri Indonesia turun dari ranjang dan
mendekati dua hantu perempuan itu. "Bu, Bu, tolong jangan bertengkar di sini. Saya harus istirahat karena besok pagi ada wawancara," kata sang
finalis pada dua hantu itu.

Pertengkaran berhenti sejenak. Tapi, beberapa detik berselang, mereka kembali bertengkar. "Suamimu yang mengejar-ngejar aku!" sahut hantu kedua seraya mendekati jendela kaca. Hanya dalam hitungan detik, kedua sosok
"wanita berambut panjang" bergulat dan salah satunya mendorong lawannya ke
luar jendela hotel.

Setelah itu sang hantu yang tinggal duduk di ranjang.
"Saya membunuhnya karena dia merebut suami saya."
Dalam keadaan masih terbangun - dan tentu saja sadar penuh - sang finalis mohon agar hantu pergi dari kamarnya. "Ya saya mengerti. Tapi tolong tinggalkan saya sekarang! Saya mau tidur!" kata sang finalis menirukan
dialognya dengan sang hantu. "Setelah itu, dengan langkah perlahan, ia menjauh dan lenyap."


"Karena penasaran, setelah sang hantu pergi, saya sempat memeriksa gerendel jendela. Ternyata tertutup rapat!" Tak urung cerita tentang kemunculan dua hantu itu membuat para finalis merasa ketakutan meskipun dikatakan bahwa mahluk itu tidak akan mengganggu.

Benarkah Hotel Le Meridien berhantu? Nenden R Sukasah, Direktur Pemasaran hotel itu membantah dengan bijaksana. "Saya memang pernah mendengar cerita
itu. Tetapi belum pernah mengalami sendiri," kata Nenden.

Menurut Nenden,
mungkin saja seseorang bisa melihat sesuatu di Le Meridien karena orang itu mempunyai kemampuan supranatural. Artinya, jika orang itu dibawa ke tempat lain, bisa jadi ia akan menemukan mahluk-mahluk halus seperti yang disinyalir ada di Le Meridien.

Tapi, sepanjang pengalaman Nenden dua tahun bekerja di hotel itu, belum pernah ada tamu - yang sebagian besar orang asing -mengeluh diganggu mahluk halus.


Meski arealnya tak terlalu besar, Hotel Le Meridien termasuk salah satu hotel bintang lima terkemuka di Jakarta. Beragam fasilitas bisa ditemui di sana: antara lain 5 jenis restoran, termasuk restoran Libanon dan Jepang, Spa, Fitness Center dan Salon.

Satu hal yang pasti, apapun pendapat orang tentang alam gaib, mahluk halus, hantu atau lainnya memang berbeda-beda. Bahkan ia sangat yakin, berita simpang siur keberadaan mahluk halus di Le Meridien, tidak akan mempengaruhi aktivitas hotel. "Kami tetap mempunyai pangsa pasar sendiri yang senang European style, yang menjadi ciri khas kami," tuturnya optimis.

Hantu Hotel Indonesia

SI CANTIK BERANGGREK UNGU

Tahun 1959, beberapa tahun menjelang Asian Games 1962 dan Ganefo (Games of The New Emerging Forces) 1963, Presiden Soekarno punya obsesi: Jakarta memiliki hotel bertaraf internasional yang dapat menampung tamu-tamu dan
turis mancanegara.

Tentu saja hotel yang diharapkan dapat menaikkan citra
Bangsa Indonesia itu harus memiliki sarana dan pelayanan yang terbaik. Betul saja, daya tarik hotel ini memang luar biasa. Sejak diresmikan tahun 1962, kamar-kamar hotel ini selalu penuh.

Meski belakangan di Jakarta
bermunculan hotel-hotel bintang 5 berlian, Hotel Indonesia (HI) tetap diminati. Di hari-hari biasa, minimal 50% dari jumlah kamar terisi. Sedangkan pada long weekend, Tahun Baru, Lebaran dan masa liburan panjang, selalu fully-booking. Sampai-sampai pihak hotel memajang tulisan NoVacancy.

Bicara soal fasilitas, Hotel Indonesia memiliki kamar-kamar comfortable, didukung sarana ruang pesta, ruang meeting, kolam renang, toko obat, toko souvenir, restoran mewah, bar, sampai klub musik. Saking banyak peminatnya, muncul pemeo, "Sekali minum air Hotel Indonesia, tamu pasti kangen dan kembali lagi."

Diluar sarana pelayanan yang menyenangkan, konon sesekali muncul suasana mistis di hotel berbintang pertama di nusantara ini. Seperti dialami Ferdi
- beberapa waktu lalu. Saat ia berada di lantai 7 dan hendak turun kelobby, tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang gadis cantik bergaun putih dengan bros anggrek ungu. Saat berada di lift, gadis itu berdiri tepat di belakangnya. Namun hanya dalam hitungan detik, gadis itu menghilang. Karena
penasaran, Ferdi naik lagi ke lantai 7. "Saya semakin penasaran dan berusaha mendekatinya. Tapi ketika jarak kami tinggal 2 meter, ia "menembus" dinding dan menghilang.

Pengalaman Ferdi juga dialami Budianta (56), seorang pengusaha dari Medan yang selalu menginap di HI. Keduanya menduga, gadis itu "penunggu" lantai 7.

Menanggapi cerita Ferdi dan Budianta, Public Relation Manager Hotel Indonesia, Sabar Dini, mengatakan selama 6 tahun bekerja di HI, ia belum pernah bertemu dengan mahluk halus ataupun hantu jelita seperti dialami Ferdi dan Budianta. "Bisa jadi, itu cuma halusinasi mereka. Lagi pula, berdasarkan pengecekan di buku tamu menginap, saat itu Ferdi dan Budianta
tidak terdaftar.

Barangkali mereka cuma tamu," ujar Dini. Meski begitu, Dini tidak membantah, dunia mahluk halus memang ada dan memiliki alam sendiri. "Tapi kami - dari pihak hotel - merasa kecewa lho!
Mustinya, tamu yang mengaku ketemu hantu, melapor ke pihak hotel dan bukan bercerita kepada media massa," imbuhnya.

Hantu RS DI JALAN SALEMBA


Lokasi: RS di Jln. Salemba, Jak-Pus

Fenomena: Suster ngesot
Sejarah: Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selai itu, banyak juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang cukup tua ini.

Testimonial: Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada yang mengetuk pos pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek, tidak ada siapa-siapa. Di UGD sering terdengar bunyi orang main air, ketika dicek juga tidak ada siapa-siapa. Para satpam yang berjaga malam pernah menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti tersihir dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.

Hantu TPU JERUK PURUT


Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel

Fenomena: pocongk, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you're lucky, Pastur Kepala Buntung.

Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di antara makam.

Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut seekor anjing. Konon, pastur ini "salah pulang". Ia mencari-cari makamnya yang sebenarnya berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat pastur kepala buntung itu, hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian menyebar luas se-Jakarta dan hingga kini "Sang Pastur Kepala Buntung" menjadi legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur legendaris ini, Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri atau bertiga).

Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah pegawai Pemda yang bekerja di sana. Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya. Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocongk, tuyul, kuntilanak, kuntilanak laki, dan lain-lain.

Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan Sang Pastur Kepala Buntung. "Yang paling jahil itu kuntilanak-laki," tutur Asmari. Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu dengan makhluk gaib, yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah bersama ayahnya.

Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta uang pada Asmari. Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya ada satu kampung yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah makam tradisional Betawi. Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak itu menghilang.

Hantu LUBANG BUAYA


Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim

Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.

Sejarah: Pada 30 September 1965, ditemukan jenazah 6 brang jenderal dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini. Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi.

Di sebelah ruangan tadi terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi disebut sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian, dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh pahlawan tadi.

Testimonial: Hartono (48), warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur. Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun dia tak pernah menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap sepatu boots seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam

TEROWONGAN CASABLANCA


Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim

Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama cucunya dan perempuan cantik.


Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan CasablancaCasablanca, ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40 meter sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk akal.

Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas jalan. Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi kendaraan membunyikan klakson untuk "menyapa" penghuni terowongan. Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin angker.

Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan, ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.

 
 
 
Blog Directory Atheist Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs foto hantu Top Religion blogs blogarama - the blog directory