Cerita Serem pasar jin setan hantu gunung merapi

Minggu, 30 Agustus 2009

Cerita Serem kali ini akan menceritakan sebuah pengalaman serem mengunjungi pasar setan digunung merapi, cerita serem ini datang dari seseorang dan meamng cerita isni sungguh lumayan serem, unik dan mengagumkan..Misteri Gunung Merapi, mengingatkan kita pada yang ditayangkan sebuah stasiun TV swasta. Kisahnya dilatarbelakangi oleh keangkeran Gunung Merapi yang dihuni oleh Mak Lampir, tokoh jahat yang setengah manusia dan setengah jin.
Ternyata, banyak orang yang tidak tahu bahwa kisah tersebut bukanlah fisik belaka, tapi memang diambil dari cerita atau mitos yang dipercayai oleh masyarakat sekitarnya. Perbedaannya hanya pada tokoh dan alur ceritanya. Seperti dikatakan Mbah Marijan, kuncen Merapi, “Sesungguhnya Gunung Merapi adalah sebuh kerajaan para makhluk halus. Namun tidak sembarang orang yang dapat melihatnya, hanya mereka yang memiliki kelebihan atau sang penguasa alam gaib itu yang sengaja menampakan keberadaannya.”


Si Mbah juga mengatakan, selain terdapat sebuah kerajaan gaib, keangkeran lainnya adalah pasar dedemit yang bernama Pasar Bubrah. Tempat ini merupakan pasarnya para makhluk halus, yang dapat dilihat pada setiap malam jumat. Pada saat itu, jangan heran bila akan terdengar keramaian layaknya sebuah pasar malam di puncak gunung ini.

Awalnya Misteri dan dua orang teman tidak begitu yakin tentang semua yang dikatakan oleh Mbah Marijan. Tapi, ketika kami bertiga mendapat ijin dari Mbah Marijan untuk mendaki puncak Garuda, Kami pun merasakan dan mengakui kebenaran kisah itu yang membuat kami gemetar ketakutan.


puncak garuda

Kebenaran kisah itu terbukti saat kami melakukan pendakian melalui jalur kaliurang yang terdapat di Desa Kinahrejo, dengan ditemani Mas Budi, anak angkat Mbah Marijan. Medan berbatu yang terjal dan juga sangat rapuh harus dilalui sehari penuh. Rasa penat bertambah lagi ketika harus melintasi kawah mati, karena uap belerang membuat napas semakin sesak.
Sesampai di Pasar Bubrah, kami sepakat berkemah dan bermalam di sana, untuk merasakan keanehan yang kerap dibicarakan orang itu.Bukannya sombong, tapi sekedar membuktikan bahwa semua itu adalah sebuah kebenaran dan bukan mitos. Selain itu, tempat ini merupakan lokasi ideal berkemah karena letaknya sudah mendekati puncak.
Tak lama, ketika mata kami mulai terpejam karena rasa penat setelah seharian berjalan, kisah pasar setan yang diceritakan oleh Mbah Marijan menunjukan kebenaran. Suara – suara gamelan dan gending Jawa mulai mengalun di telinga kami, keramaian sebuah pasar pun menyusul. Bersamaan dengan itu deru angin semakin besar dan menambah gaduh suasana.
Seperti terhenyak dari mimpi buruk, kami langsung terjaga dengan wajah pucat dan keringat dingin. Tanpa sepatah kata, mata kami saling memandang dan berusaha menjawab pertanyaan yang ada dalam hati masing-masing. Sebuah pertanyaan yang baru akan terjawab bila mentari telah menampakkan dirinya. Dalam keadaan demikian, teringatlah semua dosa yang pernah dilakukan. Doa dan harapan kepada Tuhan terus terucap dari bibir kami dengan terpatah-patah.
“Semoga Allah masih mengijinkan untuk menebus kesalahanku. Dan tidak membiarkan para dedemit itu membawa kami ke alam gaib.
Dari ketinggian 2919 Dpl , keramaian pasar setan itu terus berlangsung hingga larut malam. Rasa penat yang tak tertahankan akhirnya membuat kami terlelap saat hari menjelang pagi.

Saat sinar mentari membangunkan kami, rasa syukur pun spontan keluar dari mulut kami. Mesti sempat terlintas tidak melanjutkan pendakian, tetapi akhirnya pada pukul 08.00 WIB. Kami melanjutkan pendakian menuju puncak Garuda. Karena untuk mencapai puncak tinggi membutuhkan waktu sekitar satu jam.

Suasana puncak Garuda memang sangat mengerikan, apalagi bila teringat pada tragedi 1994 lalu, yang letusannya mengakibatkan 66 jiwa melayang. Dan pada awal 2001, material letusan melambung ke angkasa sejauh 4 Km dan menyebabkan hujan petir serem banget. Coba bayangkan bila gunung itu kembali meletus, harus kemana kami melarikan diri? Sehingga wajar saja, rasa takut terus menghantui kami. Belum lagi ketika salah seorang teman, sempat melihat bangunan candi tua yang berada di sebelah timur puncak garuda. Hal itu jelas menimbulkan ketakutan yang luar biasa waktu itu. Terlebih mengingat kejadian semalam yang baru kami alami. Kemudian kami pun langsung turun meninggalkan puncak serta pemandangan alam yang belum puas kami nikmati karena kejadian serem itu.

Perjalanan turun membutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena kondisi medan hingga 90 derajat. Kalau terpeleset, kami dapat kehilangan nyawa atau lebih bila beruntung mungkin hanya patah tulang serta memar.
Setibanya di pasar Bubrah, kami menyempatkan diri beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah sambil memandangi lautan awan yang mengelilingi puncak Merbabu dan Puncak gunung Sindoro – Sumbing di Wonosobo. Pemandangan dan udara yang sejuk itu membuat mata ini akhirnya terpejam. Baru pada pukul 13.00 WIB, kami terbangun oleh teriakan Mas Budi. Dengan wajah seputih kertas, ia lalu mengajak kami untuk segera turun.

Dalam perjalanan turun, Mas Budi terus berada di depan. Tanpa bicara ia melaju dengan cepat seperti dikejar–kejar setan. Melihat keanehan itu, tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan dalam benak kami. Apalagi, ketika ditegur ia seolah – olah tidak peduli dan terus menerus mengayukan kakinya, bahkan semakin cepat. Begitu hampir tiba di Desa Kinahrejo, ia mulai memperlambat langkahnya. Tapi, tetap saja ia tidak menceritakan apa yang telah terjadi.

“Nanti kalu sudah sampai di rumah simbah aku ceritakan!” jawabnya, singkat.

Sesampainya di Desa Kinahrejo, terlihat Mbah Marijan sudah berdiri di depan halaman rumahnya seakan emang sengaja menyambut kehadiran kami. Dengan ramah ia tersenyum dan mempersilakan kami masuk untuk beristirahat.
Tak lama tanpa basa–basi lagi kami langsung mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, kepada Mas Budi.

“Saat tidur, saya mendapatkan pesan dari Simbah untuk segera meninggalkan tempat itu. Karena akan ada penumbalan oleh penguasa Merapi. Dan korbanya akan dijadikan pengikutnya”. Ucapnya. Menurutnya, hal semacam itu memang sering terjadi. Korbanya pun tak pandang bulu, bila sang penguasa menyukainya maka dia akan dijadikan sasaran. Biasanya sang penguasa memilih orang–orang yang memang kurang baik dari segi moral, agama, atau telah berbuat sesuatu yang membuatnya murka. Keesokan harinya, terdengar kabar dari si Mbah bahwa Merapi kembali menelan korban jiwa. Kali ini, korbannya berasal dari

kewarganegaraan asing, yaitu asal jerman. Pendaki itu tewas ketika hendak melakukan penelitian aktivitas merapi bersama beberapa rekannya. Kejadian itu berlangsung tak lama setelah kami turun, dan ternyata masih ada kaitannya dengan semua yang telah kami alami.

Setelah mengalami dan menyaksikan sendiri keberadaan kerajaan gaib dan pasar setan dipuncak merapi, baru kami percaya bahwa sesuatu yang gaib itu memang ada. Dan harus diakui kalau gunung merapi memanglah bukan sembarang gunung. Bahkan, kepercayaan itu diperkuat lagi dengan adanya upacara ritual Labuhan yang diadakan oleh pihak keraton dan penguasa merapi, karena telah membantu melindungi dari malapetaka.
Berdasarkan cerita rakyat, asal muasal upacara ritual ini berawal dari jaman sultan agung. Ketika itu, kerajaan tengah tertimpa sebuah

malapetaka yang membuat Negara kacau balau. Sultan agung melakukan semedi dan meminta bantuan pada penguasa alam halus yang merupakan penjelmaan dari Nawang Wulan, seorang bidadari cantik yang diturunkan dari kayangan atau dikenal oleh masyarakat jawa sebagai Nyi Roro kidul, penguasa laut selatan.

Kemudian, sang ratu memberikan bantuan dengan mengirimkan ribuan anak buahnya untuk menyelesaikan malapetaka itu. Tapi bantuan itu bukan tanpa syarat, sang sultan beserta seluruh keturunannya harus bersedia menjadi suami dan memberikan persembahan yang kemudian dikenal dengan nama labuhan.

Hingga saat ini, pada masa kesultanan Hamengkubuono X, perjanjian itu masih berlaku dan akan terus berlanjut pada keturunan Sultan Agung yang berikutnya. Konon, bila perjanjian itu dilanggar, maka akan mengakibatkan kehancuran kesultanan Yogyakarta.
“Jika perjanjian dilanggar, akan terjadi malapetaka seperti yang terjadi pada masa Sultan Agung,” demikian penurutan Mbah Marijan yang telah menjadi juru kunci Merapi selama 30 tahun.

Sementara itu, selain kerajaan para dedemit dan pasar setan, di desa Kinahrejo juga banyak terdapat tempat–tempat yang kental bernuansa gaib. Seperti watu gajah, merupakan sebuah batu besar yang dipercaya dapat menahan aliran lahar bila gunung merapi meletus. Batu ini dilingkari oleh pagar tembok, dan memiliki satu buah pintu masuk. Di dalamnya terdapat tempat persembahan yang biasanya dilakukan pada malam Jum’at Kliwon.
Tak jauh dari sini, ada sebuah pohon beringin satu-satunya yang ada di desa, sehingga disakralkan oleh warga sebagai tempat keramat. Menurut penuturan Mbah Marijan, tempat ini dulunya merupakan tempat bersemedi seorang pertapa sakti.

Cerita Seram Hutang Langkat berhantu

Terserah mau percaya atau tidak dengan kisah ini. Dihutan di sebuah hutan dikawasan langkat, tersimpan sebuah misteri tentang harta karun. Lokasi situs sejarah yang mengandung misteri ini tidak jauh dari batu gajah. masih berada di desa mencang, kecamatan selesai kabupaten langkat. Adalah wak amt, orang lama dikawasan ini. menurutnya, kawasan ini merupakan hutan belantara. Dan di era 60an, wak amat dan keluarganya dihadapkan pada sebuah fenomena aneh tapi nyata ya tak berapa jauh dari gubug mereka ada sebuah penampakan yang sangat aneh kala itu hujan grimis tiba tiba ada pelangi yang dalam bahasa melayu istilahnya benang raja ketika itu dia tengah mengambil air disungai selesai yang jaraknya hanya beberapa meter dari gubugnya , keanehan kontan terjadi tibatiba dari langit tmapak seekor naga merah sebesar lokomotif menarik air disungai itu ya itu benag raja lagi mnghirup air kata wak amat kala itu. Mereka hanya terpana melihat pemandangan itu. Hingga akhirnya benang raja sebesar lokomotif menyelesaikan tugasnya. Bekas sedotan benang raja itu hanya menyisakan sebuah lubuk yang hingga kini masih ada Lubuk itu sekarang ditumbuhi pepohonan rumbia. Tapi jangan salah dibalik ketenangan tempat bekas benang raja itu menyimpan sebuah khasanah mistik yang tinggi Masih penuturan wak amat. 5 tahun setelah peristiwa itu salah satu adik wak amat menemukan harta karun berupa sebuah keris dan uang ringgit, kami tak mengerti darimana datangnya benda benda berharga tersebut memang tempat tersebut bukan tempat sembarangan susana sunyi mencekam jika di resapi lebih dalam seperti berada di alam lain , penuh dengan kesunyian yang melemahkan hati terkadang tercium aroma yang melemahkan jiwa..

Video Hantu

Foto Hantu Pisang Ajaib

cerita misteri, kisah misteri, fenomena misteri, misteri nyata

PISANG AJAIB DARI SUKABUMI SATU POHON DUA TANDAN. PISANG INI TUMBUH TAK JAUH DARI TEROWONGAN ANGKER YANG DIHUNI BANYAK MAKLUK HALUS.
DULU SEBELUM POHON PISANG ITU TUMBUH, di dekat tempat itu berdiri kios bensin milik firdaus. diceritakan firdaus, tempat tumbuhnya pohon pisang itu sungguh amat angker, dibawah pohon pisang itu terdapat terowongan bawah tanah. malam itu malam begitu sepi jalan raya cimalati yang biasanya ramai terlihat begitu lengang. firdaus coba keluar kios, untuk memperhatikan situasi namun alangkah terkejutnya dia mankala matanya membentur sebuah pemandangan yang mengerikan, jelas dalam pandangan firdaus dia melihat sesosok tubuh manusia melayang kedalam terowongan atau jurang jemblongan meskipun tak yakin sosok itu berkelamin apa, tapi firdaus yakin itu sosok penghuni terowongan tersebut.
cerita misteri, cerita misteri, cerita misteri, cerita nyata misteri, misteri..

Cerita Wewe Gombel dan Foto Hantu Tuyul

Minggu, 23 Agustus 2009

image

Pengalaman ini dialami Shanty. Dia mengalami sendiri waktu di daerah Jawa Tengah. Shanty dan adiknya Mitha di suruh melayat kerumah ibunya di jawa tengah.Di tengah perjalanan Shanty dan adiknya bergantian menyupir.Kira2 waktu itu pukul 3 pagi dini hari, mereka tiba2 tersesat dan nyasar, shanty berjalan sangat lambat sekali karena tidak ada penerangan sama sekali di jalan.

Lalu dari kaca spion shanty melihat nenek yang berjalan membelakangi dengan rambut yang terurai panjang sampai ke pantat dan gimbal nenek itu juga memakai sarung batik Tapi yang membuat shanty heran adalah tangannya dia berjalan dengan jari2 terbuka dan tidak bergoyang seperti biasanya orang berjalan lengannya kaku sama sekali.

Tapi shanty tidak terlalu menghiraukannya shanty terus berjalan sampai aku menemukan tembok yang tinggi sekali dan ternyata itu jalan buntu dan disekitar situ tidak ada rumah sama sekali. Shanty sangat takut dan dengan cepat shanty ngatrek dan berputar arah dan di jalan aku kembali melihat nenek yang tadi. Shanty kaget! seharusnya kan dia jalan mengadap ke mobil karena shanty berbalik arah tapi dia tetap membelakangiku berjalan ke arah tembok tinggi tadi. Shanty menjadi penasaran sehingga berjalan kurang dari 20 km/jam dan memperhatikannya dengan seksama, dan ternyata kukunya panjang2 dan berwarna hitam dan yang lebih membuatku shock lagi dia tidak menginjak tanah!!!

Shanty pun menoleh kebelakang secara reflek untuk melihatnya dan tidak bisa melihatnya, tapi setelah lihat kembali kesepion dia ada!!! dia hanya terlihat disepion tapi tidak bisa terlihat dengan mata telanjang!!! Shanty lalu langsung tancap gas secepat2nya. Dan saat tiba di jalan besar aku sudah mulai lega dan ada petunjuk jalan sehingga aku tidak mungkin tersesat lagi adikknya yang duduk di sebelah bangku kemudi sudah bangun karena shanty menyetir terlalu kencang sehingga membangunkannya, saat shanty sedang tenang nyupir tiba2 saja didepan ada anak kecil yang hanya memakai celana dalam!!!

Shanty tidak sempat mengerem dan sepertinya menabrak anak itu!!!! tapi shanty tidak merasakan menabrak sesuatu hanya angin yang kurasakan!!!! Adikknya langsung melihat kebelakang dan berkata sosok anak itu masih ada berdiri tegak membelakangi kita!!!!! Shanty dan adiknya langsung ngebut tancap gas dan lari sekitar 100 km/jam!!!

Cerita Hantu Pocong dan Sundel Bolong

Pengalaman ini dialami oleh Diedra, saat itu dia masih tinggal di Bekasi. Waktu itu dia cerita, katanya dulu omnya pernah pergi ke suatu tempat dimana ibunya berada, omnya ada dua orang, saat itu waktu menunjukkan pukul 7 malam.

Pada waktu omnya melewati jalan seperti jalanan di hutan mereka berdua melihat seperti tiang yang menjulang tinggi keatas. Setelah lumayan jauh dan mereka lihat lebih jelas, tiang itu seperti dua kaki yang tinggi setelah mereka jalan sekitar 1/2 km dari kaki itu, mereka mendengar suara wanita tertawa, om yang sedang menyetir menambah kecepatannya.

hantu wanita sundel bolong

Tak sengaja mereka menabrak wanita setengah baya memakai baju berwarna putih bersih. Tetapi wanita itu malah terdorong dan terbang keatas dengan lengkingan suara tawanya. Mereka segera menambah kecepatannya lagi sehingga mereka bisa keluar dari jalanan itu dengan cepat. Saat itu mereka sudah berada di jalanan raya, memang saat itu jalanan tampak ramai karena didekat situ ada sebuah mall. Setelah sampai di rumah orang tuanya untuk menjenguk sang ibu yang tiba2 demam, mereka sampai sekitar pukul 11 malam.

Bapak mereka sudah lama tiada dan sang ibu tinggal bersama kedua putri dan seorang tukang kebun, keluarga ini memang kaya dan rumah yang mereka tempati sekarang sangat luas dan megah, lalu om yang tidak menyetir tadi berpamitan sebentar untuk membeli rokok, sedangkan om yang tadi menyetir sedang asyik menonton tv didekat pintu ke arah halaman belakang rumah.

Tak lama ada yang melempar satu gumpalan kapas yang bulat, ia kira hanya kapas yang jatuh dari atap, saat itu ia sedang asyiknya menonton film aksi, dua kali ia dilempari kapas itu, ia kira adiknya yang tadi izin membeli rokok sedang jahil menjahilinya… dan yang ketiga, ia nengok ke belakang dan… ternyata ada sesosok mahluk yang dibungkus dengan kafan yang sudah robek2 dan compang-camping (kalau dilihat seperti pocong yang habis terkoyak gigitan harimau).

Dan ternyata ketika ia menengok ia melihat mahluk itu sedang mencopot kapas yang mengganjal di kuping kirinya, kemungkinan 3 kapas sebelumnya dari kuping kanannya dan dari ke dua lubang hidungnya. Setelah itu ia langsung tak sadarkan diri.

Setan Kuntilanak Bintaro

Pengalaman yang akan diceritakan pertama ini adalah pengalaman dari Tonye yang tinggal di bintaro sector 4, Jakarta.

Pada suatu hari Tonye dan temannya sedang berjalan-jalan ke parkit sampe jam 1 malam. Setelah setengah perjalanan perasaan mereka tidak enak tapi mereka berpikir itu mungkin karena pengaruh karena minuman saja.Tapi kemudian anto hanya tertawa saja.
Anto orangnya tidak pernah takut dengan hal-hal yang gaib-gaib dan juga setelah sampai di alteri tonye dan Anto berhenti di depan komplek kostrat dan Anto bilang dia pengen buang air kecil, lalu setelah selesai buang airnya saya melihat muka Anto pucat dan seperti orang ketakutan.

Setelah itu Anto mengendarai motornya kencang, lalu Tonye menyuruh anto memelankan motornya karena di sini banyak yang tewas kecelakaan, tidak lama kemudian tonye dan Anto sudah memasuki daerah Tanah Kusir, lalu anto mengendarai motornya pelan2 dan setelah di jembatan Tanah Kusir tonye dan Anto melihat kuntilanak yang sedang duduk, mereka hanya diam.

setan perempuan kuntilanak

Sosok kuntilanak itu sangat menyeramkan, setelah Anto melihat sosok kuntilanak itu Anto sudah 4 hari tidak keluar rumah sama sekali, kata ibunya Anto sakit. Setelah Anto sembuh, Anto bercerita bahwa dia didatangi kuntilanak, sehingga sampai sekarang dia menjadi takut dengan hal-hal yang berhubungan dengan hantu..

Tempat Hantu Gaib Jin

Di beberapa wilayah di Indonesia, ada beberapa tempat yang konon angker. Dan salah satunya adalah Kampung Naga yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, provinsi Jawa Barat, Indonesia.Kampung Naga adalah perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat yang berpegang teguh mengenai adat istiadat peninggalan leluhurnya.

 PENAMPAKAN HANTU AIR TERJUN

Hal ini bisa terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar. Lingkungan masyarakat Kampung Naga ini hidup dalam suatu tatanan yang kondisinya dalam suasana kesahajaan, kesederhanaan dan didalam lingkungan kearifan tradisional yang lekat dan turun temurun dari leluhurnya.

Kampung Naga ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat dikarenakan di dalam hutan itu terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Menurut data-data yang diperoleh dari Desa Neglasari, relief tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur.

Kampung Naga ini memiliki luas tanah satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan bagi penduduk, pekarangan atau kebun, kolam tambak, dan selebihnya dipergunakan untuk pertanian sawah yang dipanen setiap tahunnya 2 kali panen.

Kepercayaan di kampung naga adalah bahwa segala sesuatunya yang bukan dari ajaran para leluhur dianggap sesuatu yang tabu. Dengan menjalankan adat istiadat warisan dari para leluhur itu berarti menghormati para leluhur. Kepercayaan seperti ini apabila dilanggar oleh penduduk kampunga naga diyakini akan menimbulkan malapetaka dimana pelanggaran yang dilakukan sama artinya dengan penduduk tidak menghormati karuhun, tidak menghormati adat istiadat.

Penduduk kampong Naga sangat kental dengan kepercayaan pada mahluk halus (jurig cai), yakni penunggu air atau sungai, khususnya sungai yang dalam. Lalu percaya dengan adanya ririwa, mahluk halus yang suka menganggu manusia. Kemudian ada yang disebut kuntil anak, hantu perempuan yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, hantu ini biasanya suka mengganggu wanita yang sedang hamil atau akan melahirkan.

Penduduk kampung Naga percaya tempat tinggal para hantu disebut dengan tempat angker atau sanget, dan masjid adalah tempat yang dianggap suci bagi penduduk kampung naga.

Adanya pantangan,pamali atau hal-hal yang dianggap tabu bagi masyarakat kampung naga masih dipercaya dan diyakini dengan taat, terutama dalam hal yang menyangkut kehidupan atau aktivitas kehidupan sehari-hari yang walaupun bukan merupakan ketentuan yang tertulis tetap mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang di kampong naga tersebut.

Contohnya adalah tata cara dalam membangun dan membebtuk rumah, letaknya, arah dari rumah tersebut, pakaian yang digunakan dalam upacara, kesenian yang ada di masyarakat kampong naga, dan masih banyak hal lainnya.

Berikut adalah system kepercayaan penduduk kampung naga terhadap ruang diwujudkan pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh suatu kekuatan tertentu pula. Batas disini bisa ditemukan di kategori yang berbeda yakni, di sungai, pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, pesawahan dengan selokan, tempat air masuk yang sering disebut dengan huluwotan, tempat lereng bukit, adalah tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu.

Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut yang didiami mahluk halus tersebut dianggap angker, oleh sebab itu penduduk kampong naga suka menyimpan “sasajen” atau lebih dikenal dengan sesaji.

Selain terhadap ruang, mayarakat kampong jawa memiliki kepercayaan terhadap waktu atau disebut dengan palintangan. Adanya waktu atau bulan yang dianggap buruk, merupakan suatu pantangan atau hal yang tabu untuk melaksanakan suatu rangkaian upacara atau ritual, atau pekerjaan-pekerjaan yang amat penting.

Waktu yang dianggap tabu disni disebut dengan larangan bulan, yang jatuhnya pada bulan sapar dan bulan ramadhan.

Berikutnya salah satu tempat angker, yang bisa dibahas disini adalah Gunung Kelimutu. Gunung kelimutu ini adalah salah satu gunung berapi dimana letaknya di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Dimana lokasi gunung ini tepatnya di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende. Gunung kelimutu ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau tersebut dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena danau ini memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Meski begitu, warna-warna tersebut bisa selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Nama dari gunung kelimutu ini adalah gabungan dari kata “keli” yang memiliki art gunung dan “mutu “ yang artinya mendidih. Penduduk setempat percaya bahwa warna-warna pada danau kelimutu ini memiliki artinya masing-masing dan memilki kekuatan alam yang yanga amat sangat dahsyat. Danau kelimutu ini dibagi menjadi tiga bagian sesuai dengan warna yang terdapat dalam danau. Di danau berwarna biru atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” adalah tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal dan akhirnya bersemayam disitu. Lalu di danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan semasa hidupnya ia selalu melakukan kejahatan/tenung.

Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” adalah tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal dunia
Ketiga danau ini memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik. Batas antar danau adalah dinding batu sempit yang mudah longsor dimana dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat dan ketinggian dinding danau berkisar antara 50 sampai 150 meter.

Pada awal mulanya daerah danau ini pada tahun 1915 diketemukan oleh Van Such Telen, warga negara Belanda. Namun keindahannya dikenal oleh masyarakat luas setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya tahun 1929. nah sejak saat itulah baru wisatawan asing mulai datang menikmati danau yang dikenal angker bagi masyarakat setempat.

Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga mereka datang karena peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Pada tanggal 26 februari 1992 kawasan kelimutu telah ditetapkan menjadi kawasan konsevasi alam nasional hingga saat ini.

 
 
 
Blog Directory Atheist Blogs - BlogCatalog Blog Directory TopOfBlogs foto hantu Top Religion blogs blogarama - the blog directory